SIMALUNGUN – Dewanusantaranews.com – Jajaran Polsek Purba, Polres Simalungun, kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui penanganan cepat terhadap peristiwa penemuan jenazah seorang warga di Kelurahan Tigarunggu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (7/10/2026).
Kapolsek Purba IPTU Budi Silalahi saat dikonfirmasi awak media pada Kamis, 8 Oktober 2026, sekira pukul 18.46 WIB, menjelaskan bahwa penanganan peristiwa ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri bersama masyarakat yang berintegritas dan humanis dalam melindungi, mengayomi, dan melayani warga, termasuk dalam peristiwa duka yang bersifat non-pidana.
“Polisi bersama masyarakat, kami selalu siap hadir dalam setiap peristiwa yang dialami warga, termasuk penanganan dan evakuasi terhadap penemuan jenazah yang diduga disebabkan oleh sakit yang diderita korban,” ujar IPTU Budi Silalahi.
Korban dalam peristiwa ini adalah Ardin Hutabarat (73), seorang petani/pekebun warga Tigarunggu, Kelurahan Tigarunggu, Kecamatan Purba. Kasus ini dilaporkan oleh Lamsihar Situmeang, personel Polri yang berdinas di Aspolsek Purba, dengan nomor laporan L/GANGGUAN/A/5/X/2026/SPKT/Polsek Purba/Polres Simalungun/Polda Sumatera Utara tertanggal 7 Oktober 2026.
“Korban diketahui telah menderita sakit stroke selama kurang lebih enam tahun sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya sendiri,” ucap IPTU Budi Silalahi.
Berdasarkan keterangan anak kandung korban, Ijen Imanson Hutabarat, korban terakhir kali terlihat dalam keadaan sehat pada Senin, 5 Oktober 2026 pukul 08.30 WIB, saat meminta roti dan telur kepada menantunya, Supiani. Pada malam harinya, korban masih sempat menjawab saat ditanya perihal makan oleh anaknya.
“Keesokan harinya, Selasa 6 Oktober 2026, saksi memanggil korban namun tidak mendapat jawaban. Saksi sempat berpesan kepada istrinya agar memberikan roti kepada korban sebelum berangkat bekerja,” ungkap IPTU Budi Silalahi.
Kecurigaan semakin kuat ketika pada Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, saksi kembali memanggil korban sebanyak tiga kali tanpa jawaban. Namun saksi tetap berangkat bekerja dan kembali berpesan kepada istrinya untuk memberikan roti kepada korban. Barulah pada pukul 17.00 WIB, setelah memanggil korban dari luar kamar tanpa respons, saksi memutuskan mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam.












