Simalungun – Dewanusantaranews.com – Aktivitas penyadapan pohon pinus menuai sorotan tajam sehingga dapat menimbulkan kesenjangan sosial akibat ulah oknum yang tidak terdata secara struktural ,desakan terhadap pihak kehutanan oknum pengawasan terhadap hutan yang harus bertanggung jawab agar lebih ekstra mendata lokasi serta mengawasi lokasi kawasan pinus di Dolok silau kab Simalungun .
Dampak Laten Penyadapan Getah Pinus terhadap Integritas Ekosistem Merespons narasi yang menyatakan bahwa penyadapan pinus di kawasan hutan
adalah aktivitas tanpa dampak,
Selasa (7/9/2027).
Henri dens Simarmata selaku ketua DPD FBI Sumut mengecam keras atas aktivitas penyadapan pohon pinus secara merajalela ia pun angkat bicara
” kita perlu meninjau kembali dari perspektif ekologi kritis.
Legalitas melalui sistem zonasi tidak serta-merta menghilangkan degradasi fungsi hutan yang terjadi secara perlahan namun pasti” ucap Henri saat ditemui di polres Simalungun
Tambahnya
” Meskipun diklaim bahwa luka sadapan dapat menutup secara alami, secara biologis setiap perlukaan pada batang pohon adalah pintu masuk bagi patogen, jamur, dan hama”
” Penyadapan yang dilakukan secara masif dan terus-menerus menurunkan imunitas pohon. Dalam jangka panjang, hal ini berisiko menciptakan fenomena kematian pohon berdiri yang justru meningkatkan beban biomassa kering, yang merupakan bahan bakar utama kebakaran hutan”
“Gangguan Alokasi Karbon: Pohon pinus memproduksi resin (getah) sebagai mekanisme pertahanan diri.
Ketika disadap secara terus-menerus, pohon dipaksa mengalihkan energi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan diameter dan tinggi serta sistem imun ke produksi resin.
” Akibatnya, pohon menjadi kerdil dan rentan terhadap serangan hama/penyakit” urai Henri menjelaskan.
• Ketidakstabilan Struktural: Luka sadapan yang berulang (terutama jika menggunakan metode yang tidak standar) menyebabkan pangkal batang melemah secara struktural. Hal ini meningkatkan risiko pohon tumbang (windthrow) saat cuaca ekstrem, yang membahayakan ekosistem di sekitarnya.
• Risiko Infeksi Fungsional: Meskipun luka menutup, jaringan xylem dan phloem yang rusak tidak akan pernah kembali berfungsi normal dalam menyalurkan air dan nutrisi sesempurna jaringan aslinya.
Dan Klaim bahwa penyadapan tidak memengaruhi mata air perlu diuji lebih dalam.
Getah adalah sistem transportasi nutrisi dan air dalam pohon.
Pengambilan getah secara konstan mengganggu metabolisme internal pohon dalam mengelola air. Jika ribuan pohon dalam satu kawasan mengalami gangguan metabolisme, efisiensi hutan dalam menyerap dan melepaskan air ke tanah












