Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Pemkab Simalungun Serius Tangani Banjir Pasar Bawah Serbelawan, BPBD Turun Langsung Tinjau dan Petakan Penanganan

×

Pemkab Simalungun Serius Tangani Banjir Pasar Bawah Serbelawan, BPBD Turun Langsung Tinjau dan Petakan Penanganan

Sebarkan artikel ini

Simalungun – Dewanusantaranews.com – Pemerintah Kabupaten Simalungun terus berkomitmen serius mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Sumatera Utara.

Penanganan dilakukan tidak hanya saat bencana berlangsung, melainkan berlanjut dengan langkah pemulihan, evaluasi mendalam, serta penataan menyeluruh sistem aliran air di wilayah-wilayah yang terdampak.

Sebagai tindak lanjut nyata, Jumat (4/9/2026), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, turun langsung ke lapangan untuk meninjau sejumlah titik yang kerap menjadi langganan banjir di kawasan tersebut. Dalam kunjungan ini, ia didampingi Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar.

Rangkaian peninjauan dimulai dari Jembatan Bandar Selamat, berlanjut ke lokasi longsor di sekitar SD Muhammadiyah dan Masjid Taqwa Nagori Bandar Selamat, hingga menelusuri bantaran Sungai Bah Sikkam di kawasan Pasar Bawah Serbelawan. Tujuannya adalah memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus memetakan secara lengkap titik-titik yang membutuhkan penanganan segera maupun langkah pengembangan jangka menengah.

Baca Juga  RTLH TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari Mulai Tahap Pemasangan Keramik

Budiman Silalahi menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah konkret pengendalian aliran air, yaitu dengan mengaktifkan kembali pintu air Bahbolon di Nagori Dolok Ilir I sebagai respon atas kejadian banjir beberapa waktu lalu.

“Kita sudah melakukan pengaktifan pintu air Bahbolon di Nagori Dolok Ilir I. Sejak pintu air dibuka, saat terjadi beberapa kali hujan deras, aliran air sudah berjalan jauh lebih lancar dan terkendali,” jelas Budiman.

Dari hasil pemeriksaan mendalam di lapangan, ditemukan sejumlah permasalahan utama: terdapat titik-titik penyempitan badan sungai serta kondisi tanggul yang sudah rusak dan jebol. Kedua hal ini menjadi perhatian serius karena sangat berpotensi menghambat kelancaran aliran air saat debit sungai meningkat tajam, sehingga memperbesar risiko banjir.

Baca Juga  Satgas Pamtas RI–RDTL Perbaiki Fasilitas Pasar di Oepoli, Wujudkan Kepedulian pada Ekonomi Warga

“Kita temukan beberapa lokasi yang mengalami penyempitan saluran air. Secara teknis, tim perencana sudah kami bawa ke lokasi untuk meneliti dan menentukan solusi terbaik yang akan diterapkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Budiman menegaskan arah utama penanganan yang akan dilaksanakan, yaitu normalisasi alur sungai serta perbaikan dan penguatan tanggul yang rusak, agar daya tampung dan kelancaran aliran Sungai Bah Sikkam dapat berfungsi kembali secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *