Siak – Dewanusantaranews.com – Tepat 4 Juni, setahun pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Siak Afni-Syamsurizal. Pemerintahan Negeri Istana dinakhodai melalui badai warisan utang terbesar dalam sejarah dan tekanan fiskal yang berat akibat pemangkasan dana transfer pusat ke daerah. Namun berbagai pencapaian Visi Misi di berbagai sektor tetap berjalan.
Sejak awal pemerintahannya, Afni-Syamsurizal berhasil mengintervensi penurunan harga eceran tertinggi LPG 3Kg dari Rp23 ribu menjadi Rp21 ribu per tabung. Serta melaksanakan efesiensi anggaran perjalanan dinas, efesiensi birokrasi, sehingga struktur organisasi menjadi lebih efektif.
Pembenahan utama dilakukan di BUMD sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seluruh komisioner berganti menandai perubahan BUMD yang sebelumnya ditinggalkan dalam kondisi merugi.
Seperti di PT Bumi Siak Pusako (BSP) berhasil rebound memberikan keuntungan mencapai Rp100 miliar, setelah sebelumnya mengalami kerugian. Selain itu kawasan industri KITB yang semula ibarat mati suri, pertama kali berhasil berdenyut dengan launching sektor industri galangan kapal dengan nilai investasi ratusan miliar rupiah.
Afni-Syamsurizal juga berhasil mencicil pembayaran utang tahun anggaran 2024 sebesar Rp231.736.900.663,91, dari jumlah utang sebesar Rp326.945.724.215,41 yang diwariskan. Masih ada sisa sekitar Rp95,2 Miliar untuk kegiatan tahun 2024, dan beban utang sekitar Rp250 miliar di tahun 2025 yang masih dalam penyelesaian. Tunggakan utang ini semakin membesar akibat proses lelang yang berlangsung sebelum pelantikan tanggal 4 Juni 2025.
“Selain memastikan BUMD wajib rebound, fokus dan komitmen Pemkab Siak sesuai arahan Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati tetap bayar utang, karena ada nasib pihak ketiga yang perlu diprioritaskan. Pemkab Siak optimis bisa membayarkan utang ini dengan menerapkan disiplin fiskal dalam bentuk efesiensi dan peningkatan PAD,” ungkap Sekda Siak, Mahadar.
Beberapa langkah efesiensi dan rasionalisasi belanja dilakukan, dengan pengurangan belanja yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat, pembatasan perjalanan dinas, penyesuaian belanja pegawai, peningkatan PAD dengan mendorong perangkat daerah hingga ke Camat untuk menciptakan inovasi dan terobosan. Selain itu kolaborasi pentahelix juga terlaksana untuk mendukung pembangunan daerah, salah satunya melalui pemanfaatan CSR yang lebih terarah.
Selain membenahi BUMD dan mencicil warisan utang, pemenuhan Visi Misi tetap dilaksanakan, diantaranya penyelesaian konflik agraria yang ditandai dengan penyerahan SHM dan skema kolaborasi multipihak; penyerahan bantuan seragam gratis untuk 13 ribu lebih siswa tingkat SD dan SMP, masing-masing dua pasang. Pelibatan UMKM penjahit melalui pengadaan dua ribu lebih seragam gratis lewat Baznas Siak, jumlahnya lebih dari 1.300 siswa penerima dari kalangan tidak mampu.
Kepemimpinan Afni-Syamsurizal juga mendekatkan diri dengan publik, melalui program rumah rakyat yang rutin digelar. Pemberian beasiswa PKH dan Non PKH, serta bantuan bagi Guru MDA, MDTW, Bansos untuk kelompok rentan, penyandang disabilitas, lansia dan anak Yatim juga terus berjalan di tengah sempitnya fiskal APBD Siak.












