Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Dugaan Penyelundupan Gas Subsidi 3 Kg dari Singkawang ke Bintan Disorot DPRD

×

Dugaan Penyelundupan Gas Subsidi 3 Kg dari Singkawang ke Bintan Disorot DPRD

Sebarkan artikel ini

Singkawang, Kalimantan Barat | 27 Agustus 2025 – Dewanusantaranews.com – Dugaan praktik peredaran gas elpiji subsidi 3 kilogram (kg) dari Kota Singkawang menuju Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi perhatian serius DPRD Kota Singkawang. Gas subsidi tersebut sejatinya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin, usaha mikro, nelayan, dan petani kecil.

Temuan investigasi gabungan media pada 20 Agustus 2025 di Pelabuhan Kuala Singkawang mengungkap aktivitas bongkar muat kapal yang diduga mengangkut tabung gas melon bersubsidi dengan tujuan Pulau Tembelan, Kabupaten Bintan. Video yang diputar dalam rapat dengar pendapat DPRD bahkan memperlihatkan sebuah kapal mengangkut 1.120 tabung gas subsidi, dengan harga jual di Bintan mencapai Rp32.000 per tabung. Kondisi ini diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan gas subsidi di Singkawang.

Baca Juga  Kapolres Labuhanbatu Silaturahmi Ke Para Tokoh Agama

Menindaklanjuti temuan tersebut, Komisi II DPRD Kota Singkawang menggelar hearing bersama berbagai pihak di ruang rapat AKD DPRD, Selasa (26/8/2025). Rapat dipimpin Ketua Komisi II, Harry Sarasati Widha Sugeng, didampingi Wakil Ketua Paryanto, Sekretaris Tri Wahyudi, serta anggota Reni Asmara Dewi.

Harry menegaskan, Komisi II akan menelusuri kebenaran dugaan peredaran gas subsidi ini, termasuk meminta klarifikasi Pertamina dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bintan. “Kami ingin persoalan ini menjadi terang, bukan untuk mencari kesalahan, tapi agar distribusi gas subsidi sesuai peruntukan dan tidak merugikan masyarakat Singkawang,” ujarnya.

Tri Wahyudi menambahkan, penyaluran gas subsidi 3 kg ke Bintan berpotensi merugikan perusahaan penyalur maupun warga Singkawang sendiri, sebab Pemkab Bintan sudah lama menghentikan pasokan dari Singkawang. “Namun fakta di lapangan menunjukkan pengiriman masih berjalan. Ini perlu ditertibkan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *