Sekadau, Kalimantan Barat – 7 Agustus 2025 – Dewanusantaranews.com – Setelah viral keluhan petani Keramab yang mendapati ikan-ikan mati dan air sungai keruh akibat limbah tambang emas ilegal, Kepolisian Resor (Polres) Sekadau akhirnya bergerak cepat. Empat pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) berhasil ditangkap dalam operasi di Dusun Bangau, Desa Tembaga, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Empat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial IM (38), IN (29), MU (45), dan KS (32). Seluruhnya berasal dari Kabupaten Melawi dan diduga merupakan pelaku pindahan yang kerap menjalankan aktivitas tambang ilegal berpindah-pindah lokasi di wilayah Kalimantan Barat.
Kapolres Sekadau AKBP Donny Molino Manoppo, melalui Kasat Reskrim IPTU Zainal Abidin, menyatakan bahwa pengungkapan ini merupakan respons atas laporan masyarakat terkait pencemaran lingkungan yang kian meresahkan.
Petugas kami menyusuri aliran Sungai Sekadau dan mendapati kegiatan penambangan emas ilegal yang dilakukan secara terang-terangan di badan sungai,” ujar IPTU Zainal dalam keterangan resmi kepada media, Kamis (7/8).
Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa mesin dompeng, karpet penangkap emas, selang penyedot, dan rakit kayu yang digunakan sebagai sarana tambang di atas sungai. Barang-barang ini digunakan untuk mengekstraksi emas dari dasar sungai secara tradisional, namun tanpa izin resmi dan tanpa memperhatikan dampak ekologis.
IPTU Zainal menegaskan bahwa kegiatan PETI ini telah mengancam kelestarian Sungai Sekadau, yang selama ini menjadi sumber air, kehidupan perikanan, dan irigasi bagi masyarakat sekitar.












