Melawi, Kalbar – Dewanusantaranews.com – Pembentukan pengurus Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Merpak Pinoh Utara menuai sorotan tajam dari masyarakat. Bahkan sejak awal, proses pembentukan rapat tidak dilakukan bersama masyarakat diduga kuat tidak transparan, bahkan sarat dugaan manipulasi dan kepentingan segelintir perangkat Desa.
Pemilihan pengurus diketahui telah berlangsung secara tertutup dan tidak transparan, tanpa partisipasi luas warga masyarakat desa. “Tiba-tiba sudah ada pengurus, padahal kami sama sekali tidak pernah diundang atau diberi tahu,” ucap
Wandi selaku tokoh muda Desa Merpak yang menilai hal tersebut mencederai prinsip kebersamaan dalam koperasi.
Yang mirisnya lagi beberapa pengurus ternyata memiliki hubungan keluarga dengan perangkat desa. Salah satu contohnya, bendahara koperasi diduga merupakan Istri perangkat desa, dan Kepengurusan Koperasi Merah Putih juga Ada Tercantum Perangkat Desa, ada apa dengan Kades Desa Merpak (AT).
Fenomena ini memunculkan kecurigaan adanya praktik nepotisme yang merusak kepercayaan di masyarakat.
Bahkan, sejumlah warga mulai mencurigai keterlibatan pemerintah desa itu sendiri dalam memuluskan pengurus tertentu.
“Kalau dari awal sudah tidak jujur, bagaimana nanti saat mengelola dana ini miliaran rupiah? Dan dana rakyat, yang nantinya harus dinikmati semua warga, bukan hanya keluarga pengurus,” ujar Wandi J, Kepada Awak Media, Rabu,11/06/25.












