Pekanbaru, Riau II – Dewanusantaranews.com — Sosok Dr.H.Kapitra Ampera, S.H.,M.H tentu tak asing lagi. Dia adalah Aktivis, Politisi, sekaligus praktisi hukum asal Riau yang kerap tampil di berbagai stasiun televisi nasional. Kapitra dikenal Vokal menyuarakan pandangannya terkait isu-isu hukum dan kebangsaan.
Dulu, Kapitra dikenal publik sebagai bagian dari kelompok yang berafiliasi dengan Petamburan, dengan sosok Habib Rizieq Shihab — pendiri sekaligus Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) — sebagai tokoh sentralnya. Namun seiring waktu, Kapitra memperluas jejaringnya dan kini lebih dikenal sebagai bagian dari kelompok Lenteng Agung, atau yang disebut juga Grup Diponegoro, yang terafiliasi dengan PDI Perjuangan. Kapitra , kini aktif sebagai kader partai tersebut dan kerap menjadi juru bicara di berbagai forum publik.
Menariknya, pada Kamis (8/5/2025), Kapitra menyempatkan diri hadir di Pairing Coffee “Connecting Feeling” di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, berdiskusi santai bersama sejumlah kolega, termasuk Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, Larshen Yunus.
Dalam pertemuan singkat itu, Kapitra menyoroti persoalan defisit anggaran yang menurutnya tak hanya terjadi di Riau, tetapi, merata di seluruh Indonesia. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa seorang pemimpin yang kompeten tetap bisa bekerja untuk rakyat meski dengan keterbatasan anggaran.
“Kalau Saya menjadi Gubernur Riau, tanpa APBD pun Saya yakin masih bisa berkarya untuk Masyarakat,” ucap Kapitra, seolah mengkritik Gubernur Riau Abdul Wahid, yang dinilainya terlalu sering mengeluh soal kondisi anggaran (APBD, red).












