Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan bentuk pengabdian Polri untuk membantu masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini adalah bentuk pengabdian dan kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak bisa pergi sekolah dengan aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan lancar, dan roda perekonomian desa tetap berjalan,” kata Kombes Ketut
Ia juga mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang terlibat di lapangan. Menurutnya, berbagai tantangan geografis dan kondisi cuaca tidak menyurutkan semangat anggota dalam menyelesaikan pembangunan.
“Kami Akan Terus Bekerja Sampai Seluruh Target Pembangunan Tahap Kedua Ini Selesai. Semangat Personel Di Lapangan Sangat Luar Biasa Karena Mereka Tahu Jembatan Yang Dibangun Akan Menjadi Harapan Baru Bagi Masyarakat,” kata Dansat.
Program pembangunan jembatan merah putih presisi ini pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Selain meningkatkan keselamatan dan kemudahan akses transportasi, program tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan dasar warga di daerah terpencil yang selama ini terkendala keterbatasan infrastruktur.
Dengan rampungnya puluhan jembatan tersebut, Polda Riau tidak hanya membangun sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses pendidikan, memperkuat perekonomian desa, serta menghadirkan harapan baru bagi masyarakat di pelosok Bumi Lancang Kuning.
YB.SIHOTANG












