Target MBG di Kabupaten Simalungun sebanyak 95 titik, namun realisasi saat ini masih kurang dari 50 persen. Pemerintah Kabupaten bersama Satgas MBG akan terus mendorong percepatan pembangunan titik-titik MBG di seluruh wilayah.
Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat, Wakil Bupati menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang menentukan lokasi titik MBG. “Tugas saya sebagai Ketua Satgas MBG adalah melakukan monitoring dan memastikan program berjalan dengan baik, bukan menentukan titik,”tegasnya.
Wakil Bupati juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat jika terdapat keluhan terkait pelaksanaan program MBG. “Jika ada keluhan terkait program makan bergizi gratis, silakan sampaikan kepada saya selaku Ketua Satgas MBG,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati juga menyampaikan optimisnya bahwa program MBG dapat menekan angka stunting di Kabupaten Simalungun. Saat ini angka stunting berada di kisaran 24 persen dan ditargetkan akan turun menjadi 9 persen melalui intervensi gizi yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan peresmian di Simalungun ditandai dengan penyerahan kunci mobil operasional dari Kapolres Simalungun kepada Kepala SPPG, yang didampingi Wakil Bupati dan Ketua DPRD Simalungun. Selanjutnya dilakukan proses pengguntingan pita sebagai tanda resmi beroperasinya SPPG 2 Polres Simalungun.
Setelah acara peresmian selesai, Wakil Bupati selaku Ketua Satgas MBG didampingi Wakil Ketua DPRD Simalungun melakukan pengecekan langsung ke dapur SPPG. Tujuan pengecekan adalah untuk memastikan standar kebersihan, kualitas bahan pangan, serta kesiapan distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
Dengan diresmikannya SPPG 2 Polres Simalungun, diharapkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Polres Simalungun semakin kuat. Kerjasama ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas gizi generasi muda serta percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Simalungun.
(AG)












