“Kegiatan ini bagus sekali. Dari sini kita bisa tahu banyak tentang sejarah Siak. Saya yang sebelumnya hanya mengenal Istana Siak saja, kini bisa mempelajari sejarah Siak, seperti peninggalan Kerajaan Siak maupun peninggalan Belanda,” ujarnya.
Konten Kreator Asal Kabupaten Siak, May mengatakan, lewat kegiatan ini, ia paham lebih dalam tentang sejarah Siak dan cerita yang di dapat dari ahlinya.
“Saya suka dengan cerita sejarah, karena itu saya ikut kegiatan ini, bagaimana ingin mengetahui lebih detail lagi dan sejarah sesungguhnya dari ahlinya, pemandu kita,” ringkasnya.
Wanda, peserta dari Kecamatan Koto Gasib, juga merasakan manfaat yang sama. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya edukatif tetapi juga relevan di era digital.
“Di era digital saat ini, melalui unggahan video adalah hal yang bagus untuk masyarakat luas agar bisa mengenal Siak lebih dekat. Kami berharap melalui kegiatan ini informasi ini juga dapat tersebar hingga mancanegara,” tutupnya.
Peserta Susur sejarah kategori umum, berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, pelajar, penggiat Media Sosial, konten kreator, masyarakat dan ASN. Mereka diajak untuk berkunjung satu persatu bangun haritage dan mendapatkan keterangan sejarah dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Siak dan panitia.
Beberapa tempat sejarah yang menjadi target eksplor peserta antara lain. Masjid Syahbuddin, Museum Balairung Sri, Kutab, Istana Siak, Kelenteng, Tangsi Belanda di Benteng Hulu, hingga susur sungai melihat lebih dekat peradaban dari Jalur Sungai dan makan beghanyut.
Parlindungan Tambunan












