Lebih jauh, Bupati Simalungun mengingatkan jajarannya agar tidak hanya terpaku pada hasil akhir, tetapi memperhatikan proses. Menurutnya, banyak temuan audit yang terjadi karena hal-hal mendasar yang diabaikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan yang belum tertib.
“Yang diperiksa itu bukan hanya hasil, tapi bagaimana kita sampai ke hasil itu. Dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pelaporan. Semua harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Bupati Anton menekankan bahwa solusi paling sederhana namun paling efektif adalah kedisiplinan. “Mari seluruh perangkat daerah untuk konsisten menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP),” ajaknya
“Jangan dulu bicara hal yang besar. Jalankan SOP dengan benar saja dulu. Kalau itu sudah konsisten, kita tidak perlu khawatir dengan hasilnya,” tamban Bupati.
Acara yang juga dihadiri oleh berbagai pimpinan daerah lainnya secara virtual dilingkungan Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK RI dan sejumlah pimpinan daerah dilingkungan Pemkab Simalungun.
Di Kabupaten Simalungun acara ditutup dengan sesi diskusi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah, Mixnon Andreas Simamora, dan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama, mengukuhkan komitmen untuk tata kelola keuangan yang lebih baik dan akuntabel.
Laporan anton garingging












