Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Siapa yang bertanggung jawab pengrusakan pinus di lereng gunung simacik kec dolok silou simalungun ? Ketua DPD FBI Surati kehutanan provinsi

×

Siapa yang bertanggung jawab pengrusakan pinus di lereng gunung simacik kec dolok silou simalungun ? Ketua DPD FBI Surati kehutanan provinsi

Sebarkan artikel ini

Simalungun – Dewanusantaranews.com – Dampak Laten Penyadapan Getah Pinus di kawasan hutan di kec.dolok silou simalungun kini menuai sorotan memprihatinkan.

Jutaan pohon pinus di lereng ginung simacik kini tidak hijau lagi akibat ulah penyadap yang asal asalan dan di duga pake bahan kimia .
Selasa (8/09/2026)

Akibat ulah para penyadap pohon pinus yang diduga asal asalan ini , sehingga pinus di lereng gunung simacik tidak hijau lagi , bahkan sudah banyak yang mati.

Henri dens Simarmata ketua DPD FBI angkat bicara
“Kita perlu meninjau kembali dari perspektif ekologi kritis.

Legalitas melalui sistem zonasi tidak serta-merta menghilangkan degradasi fungsi hutan yang terjadi secara perlahan namun pasti.

Baca Juga  Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 763/SBA Gotong Royong Bersama Masyarakat Bantu Membangun Rumah Warga Binaan

“Meskipun,katanya diklaim bahwa luka sadapan dapat menutup secara alami, secara biologis setiap perlukaan pada batang pohon adalah pintu masuk bagi patogen, jamur, dan hama” geram Henri dens disaat diwawancarai puluhan media di seputaran jalan gereja kedai Nainggolan.

“Penyadapan yang dilakukan secara masif dan terus-menerus menurunkan imunitas pohon.

Dalam jangka panjang, hal ini berisiko menciptakan fenomena kematian pohon berdiri yang justru meningkatkan beban biomassa kering, yang merupakan bahan bakar utama kebakaran hutan” kesal Henri sembari akan membawa bukti ke dinas provinsi.

“Pohon pinus memproduksi resin (getah) sebagai mekanisme pertahanan diri. Ketika disadap secara terus-menerus, pohon dipaksa mengalihkan energi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan diameter dan tinggi serta sistem imun ke produksi resin. Akibatnya, pohon menjadi kerdil dan rentan terhadap serangan hama/penyakit.

Baca Juga  Kunci Berantas Narkoba,Kombes Calvijn: All For One, One For All

“Luka sadapan yang berulang (terutama jika menggunakan metode yang tidak standar) apa lagi pake bahan kimia menyebabkan pangkal batang melemah secara struktural. Hal ini meningkatkan risiko pohon tumbang (windthrow) saat cuaca ekstrem, yang membahayakan ekosistem di sekitarnya.

“Meskipun luka menutup, jaringan xylem dan phloem yang rusak tidak akan pernah kembali berfungsi normal dalam menyalurkan air dan nutrisi sesempurna jaringan aslinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *