Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Pengamanan Mudik hari Raya Idul Fitri 1446 H. Polres Batola menggelar Upacara gelar Pasukan Ketupat Intan 2025

×

Pengamanan Mudik hari Raya Idul Fitri 1446 H. Polres Batola menggelar Upacara gelar Pasukan Ketupat Intan 2025

Sebarkan artikel ini

Kalsel_Marabahan – Dewanusantaranews.com – Dalam rangka pengamanan mudik menjelang hari raya Idul Fitri 1446 H/2025 Polres Barito Kuala (Batola) melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Intan 2025 di Lapangan Apel Polres Batola. Kamis (20/3/2025)

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Kapolres Barito Kuala, AKBP Anib Bastian, S.I.K., M.H., yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kab.Batola Herman Susilo, Forkopimda Kab. Batola, Kepala dinas Kesehatan, Kepala dinas Perhubungan KaSat Pol PP, kepala dinas BPBD, perwakilan Jasa Raharja, Kadis PUPR Kab. Batola, Senkom Wakapolres Batola, Kompol Hendra Sumala Sartio, S.E., S.I.K., M.H., para Pju dan Kapolsek Jajaran Polres Batola

Apel gelar pasukan Polres Batola melibatkan pasukan dari beberapa Kesatuan dan instansi terkait diantara Pasukan TNI Kodim 1005 Batola 1 Pleton, Satpol PP, Dishub, BPBD, Senkom masing-masing 1 Pleton dan Personil Polres Batola sebanyak 5 Pleton.

Baca Juga  Pulihkan Aktivitas Warga, TNI AD Kerahkan Personel Bersihkan Puing Gempa Poso

Kapolres Batola membacakan Amanat Kapolri, mengatakan
Dalam rangka menyambut Operasi Ketupat 2025, Polri menggelar Apel Gelar Pasukan di masing-masing wilayah untuk memastikan kelancaran pengamanan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 1446 H/2025. Kapolres Batola menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan dengan matang, baik dari sisi personel maupun perlengkapan, untuk menghadapi arus mudik dan arus balik.

Polri telah menyiapkan 164.298 personel gabungan yang tersebar di 2.835 posko pengamanan di seluruh Indonesia. Selain itu, Polri juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait untuk mengatur kebijakan yang dapat memitigasi kepadatan, seperti diskon tiket angkutan umum, rekayasa lalu lintas, dan tarif tol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *